Gatot Nurmantyo Soal Kerusuhan Aceh dan Papua: Seharusnya Tidak Melakukan Operasi Tempur, Tapi...
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyarankan pemerintah mengubah pendekatan penanganan konflik di Aceh dan Papua. Ia menolak operasi tempur, menggantinya dengan operasi teritorial fokus pada membangun kepercayaan masyarakat melalui dialog. Gatot menyoroti kerusuhan di Banda Aceh 15 Agustus 2026 sebagai hasil akumulasi kekecewaan lama, termasuk dampak banjir bandang November 2025. Ia menekankan peran kapasitas APBD daerah dan kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) dalam penanganan bencana. Konflik tidak dapat diselesaikan hanya dengan keamanan, melainkan ketimpangan kesejahteraan, kebijakan pusat-daerah, dan rasa keadilan masyarakat harus diperhatikan.
Bagikan
Berita terkait
PKS Dukung Pajak Gaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah: Perkuat Daya Beli
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 18.07
Rocky Gerung di Wantimpres: Perlu Ambil Jarak dan Membayangkan Masa Depan Republik
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 05.15
Omongan Rocky Gerung Setelah Jadi Wantimpres, Simak Kalimatnya
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.34
Rocky Gerung: Wantimpres Tentu Punya Fungsi Politis
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 19.36