Gebrakan SMK Go Global, Cara Cak Imin Tembus Pasar Kerja Jepang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313113/original/038708500_1785580801-cak_imin_utama.jpeg)
Indonesia dan Jepang mempererat kerjasama untuk mengatasi krisis tenaga kerja di Jepang melalui program "SMK Go Global". Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bertemu dengan Menteri Kimi Onoda di Tokyo pada 1 Agustus 2026, menegaskan strategi memanfaatkan bonus demografi Indonesia untuk menyuplai tenaga kerja berkualitas, bukan sekadar buruh murah. Program ini bertujuan membekali lulusan sekolah menengah kejuruan dengan kemampuan teknis, bahasa Jepang, pemahaman budaya, dan etika kerja.
Cak Imin mengusulkan langkah konkret seperti penyelarasan kurikulum vokasi, penyetaraan sertifikasi kompetensi, dan pengembangan Perjanjian Pengakuan Bersama (MRA) agar kualifikasi lulusan Indonesia diakui langsung di Jepang. Kedua negara berkomitmen memastikan mobilitas tenaga kerja yang aman dan tertib, dengan memperhatikan aspek hukum dan sosial. Kerjasama ini menandai pergeseran ke hubungan berbasis pembangunan manusia dan pertukaran antarmasyarakat yang berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Menteri Mukhtarudin Buka Kick Off SMK Go Global, Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Terampil
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 09.11
Kick Off SMK Go Global, Menteri P2MI: Peserta Dibekali Kompetensi Internasional
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 23.58
Menteri Mukhtarudin: Bonus Demografi Harus Diubah Jadi Kekuatan SDM Global
kumparan · 24 September 2026 pukul 01.08
Menteri P2MI: Bonus Demografi Harus Diubah Jadi Kekuatan SDM Global
Detik.com · 23 September 2026 pukul 07.02