Gebrakan SMK Go Global, Cara Cak Imin Tembus Pasar Kerja Jepang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313113/original/038708500_1785580801-cak_imin_utama.jpeg)
Indonesia dan Jepang mempererat kerjasama untuk mengatasi krisis tenaga kerja di Jepang melalui program "SMK Go Global". Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bertemu dengan Menteri Kimi Onoda di Tokyo pada 1 Agustus 2026, menegaskan strategi memanfaatkan bonus demografi Indonesia untuk menyuplai tenaga kerja berkualitas, bukan sekadar buruh murah. Program ini bertujuan membekali lulusan sekolah menengah kejuruan dengan kemampuan teknis, bahasa Jepang, pemahaman budaya, dan etika kerja.
Cak Imin mengusulkan langkah konkret seperti penyelarasan kurikulum vokasi, penyetaraan sertifikasi kompetensi, dan pengembangan Perjanjian Pengakuan Bersama (MRA) agar kualifikasi lulusan Indonesia diakui langsung di Jepang. Kedua negara berkomitmen memastikan mobilitas tenaga kerja yang aman dan tertib, dengan memperhatikan aspek hukum dan sosial. Kerjasama ini menandai pergeseran ke hubungan berbasis pembangunan manusia dan pertukaran antarmasyarakat yang berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Hilirisasi Jadi Fokus Investasi 2027, Rosan Bidik Sektor Nonmineral
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.19
Rosan: Target Investasi RI Capai Rp 2.322 Triliun pada 2027
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 15.45
Tenaga Kerja Otomotif Jerman Turun 42.300 Orang, Terendah sejak 2005
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 10.30
Harapan Prabowo Agar 8 Bahasa Asing Ini Diajarkan ke Anak Sejak Dini
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.48