Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Genjot Devisa Negara, Menteri Ekraf Tekankan Pentingnya Penguatan Kekayaan Intelektual

Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya penguatan kekayaan intelektual (IP) sebagai instrumen soft diplomacy dan pendorong devisa negara. Indonesia akan menjadi tuan rumah The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 dengan tema 'United in Ideas, Empowering The Creative Economy'. Konferensi ini bertujuan menghasilkan Jakarta Vision on Creative Economy dan mengarusutamakan agenda ekonomi kreatif dalam pembangunan global pasca-SDG 2030. Wamen Ekraf Irene Umar menjelaskan bahwa penyelenggaraan WCCE 2026 menggunakan pendekatan heksaheliks dan strategi desentralisasi lokasi, menjadikan Indonesia satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menerapkan pendekatan ini secara penuh.

Berdasarkan data BPS, PDB ekonomi kreatif mencapai Rp1.757,87 triliun dengan pertumbuhan 6,86%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11% dan target RPJMN 2025 hingga 124%. Sektor ini menyerap tenaga kerja yang didominasi oleh generasi muda, dengan Millennial mencapai 36,63% dan Gen Z 26,40%. WCCE 2026 akan menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah dan bisnis, termasuk pertemuan G2G, serta membawa resolusi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kementerian Ekraf juga mengadakan Forum Redaksi & Aspirasi Media Ekraf (FRAME) untuk memperkuat hubungan dengan media dan menyelaraskan kebijakan dengan Asta Cita. Acara ini bertujuan mendekatkan Kementerian Ekraf dengan insan media, mengenalkan penugasan kementerian, dan mempererat pemahaman tentang kontribusi ekonomi kreatif dalam penciptaan lapangan kerja dan dukungan kelas menengah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait