Menyelamatkan Kelas Menengah lewat Insentif Konsumsi Berbasis Blockchain
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kelas menengah Indonesia menyusut 8,5 juta orang dari 2018-2023 karena pertumbuhan ekonomi hanya 5%. Direktur Riset InFast Bestari, Hizkia Yosias Polimpung, memperkenalkan Purpose-Bound Money (PBM) berbasis blockchain sebagai insentif konsumsi terarah untuk menstabil kelas menengah dan mendorong ekosistem ekonomi kreatif perkotaan. PBM ditujukan sebagai instrumen kebijakan dalam forum bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Konsumsi rumah tangga menyumbang 55% PDB Indonesia, dengan lebih 80% berasal dari kelas menengad. Lebih dari 59% tenaga kerja Indonesia berstatus informal, sehingga daya beli mereka bergantung pada upah tanpa aset. Kelompok ini disebut ALICE-asset-limited, income-constrained, but employed. Mereka bekerja namun hampir tidak memiliki aset, sehingga hidupnya bergantung pada upah saja. Tekanan ekonomi ditanggulangi melalui skimping (menekan pengeluaran pokok) dan treat (belanja hal-hal kecil yang menghibur), sebagian dibiayai utang paylater atau pinjaman daring.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 19.08
InFast Bestari Usulkan Insentif Blockchain untuk Ganjal Penurunan Kelas Menengah
Berita terkait
81 Tahun RI: Ekonomi Melejit, Kelas Menengah Kok Malah Terjepit?
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 15.48
Badan Pengkajian MPR RI Serap Aspirasi Ekonomi Kreatif Karimunjawa
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 16.15
Wow! Inflasi di Sulawesi Utara Tembus 7,59%, Tertinggi di Indonesia
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 16.10
Inflasi Lampung 3,51 persen di September beras beri andil 0,33 persen
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 15.40