Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Menyelamatkan Kelas Menengah lewat Insentif Konsumsi Berbasis Blockchain

Kelas menengah Indonesia menyusut 8,5 juta orang dari 2018-2023 karena pertumbuhan ekonomi hanya 5%. Direktur Riset InFast Bestari, Hizkia Yosias Polimpung, memperkenalkan Purpose-Bound Money (PBM) berbasis blockchain sebagai insentif konsumsi terarah untuk menstabil kelas menengah dan mendorong ekosistem ekonomi kreatif perkotaan. PBM ditujukan sebagai instrumen kebijakan dalam forum bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Konsumsi rumah tangga menyumbang 55% PDB Indonesia, dengan lebih 80% berasal dari kelas menengad. Lebih dari 59% tenaga kerja Indonesia berstatus informal, sehingga daya beli mereka bergantung pada upah tanpa aset. Kelompok ini disebut ALICE-asset-limited, income-constrained, but employed. Mereka bekerja namun hampir tidak memiliki aset, sehingga hidupnya bergantung pada upah saja. Tekanan ekonomi ditanggulangi melalui skimping (menekan pengeluaran pokok) dan treat (belanja hal-hal kecil yang menghibur), sebagian dibiayai utang paylater atau pinjaman daring.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait