Geo Dipa Dapat PMN Rp1,3 T untuk Bangun Pembangkit Panas Bumi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Geo Dipa Energi (Persero) mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp1,3 triliun dari APBN untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Dana tersebut berfungsi sebagai ekuitas pendamping pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) dalam proyek yang sedang dalam tahap konstruksi. Direktur Utama Geo Dipa, Yudistian Yunus, menjelaskan bahwa PMN diperlukan sebagai persyaratan ketika perusahaan meminjam uang, yaitu harus ada duit sendiri dari pemerintah. Untuk pendanaan lebih lanjut, Geo Dipa tidak hanya bergantung pada PMN, tetapi juga mempersiapkan skema pembiayaan melalui Special Mission Vehicle (SMV) yang dikelola Kementerian Keuangan. Pemerintah sedang menyiapkan regulasi baru agar dana SMV dapat dimanfaatkan untuk proyek energi dengan tetap memperhitungkan biaya pendanaan (cost of debt). Selain itu, Geo Dipa juga merencanakan penerbitan obligasi (bond) sebagai bentuk creative financing. Skema bond tidak mengubah kepemilikan perusahaan, tetapi menciptakan kewajiban pembayaran kupon kepada pemegang obligasi. Rencana penerbitan bond masih dalam tahap kajian dan diproyeksikan dilaksanakan pada tahun mendatang. Dengan tiga jalur pendanaan ini—PMN APBN, pembiayaan SMV, dan bond—Geo Dipa berupaya memperkuat strategi ekspansi energi dengan pendanaan yang lebih komersial.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 14.30
Geo Dipa Pilih Cari Modal Lewat Obligasi Ketimbang Jual Saham
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 10.45
Geo Dipa Rancang Pasar Karbon Global, Maskapai Jepang Melirik
Berita terkait
Perkuat Pasar, BEI Buka Lebar Akses Pendanaan Lewat Bursa
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 16.11
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Berpotensi Dorong Ekonomi dan Kualitas Lingkungan
JawaPos · 12 September 2026 pukul 22.46
Video: RI Kuasai 80% Potensi Panas Bumi ASEAN, PGE Kebut Produksi PLTP
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 18.00
Pemprov Jateng Soal Penolakan PLTP Gunung Ungaran: Tunjukan Panas Bumi yang Merusak
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 11.26