Gibran Tak Bisa Sendiri, Jokowi Disebut Bukan Siapa-siapa Lagi di 2029
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perjalanan politik Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Wakil Presiden 2029 mendapat sorotan karena diperkirakan tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut pegiat media sosial Arif Wicaksono, kenaikan Gibran didominasi oleh kekuasaan Jokowi yang masih menempati kursi presiden pada masa itu. Etika politik dianggap sudah dikorbankan demi dinasti, sekaligus menyiapkan tantangan besar bagi Gibran di 2029 ketika Jokowi tidak lagi memiliki kewenangan resmi sebagai presiden. Jokowi baru-baru ini resmi menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menunjukkan kartu anggotanya sebagai sinyal modal politik baru bagi partai tersebut. Arif menegaskan bahwa penggunaan kekuasaan dalam membangun kekuatan politik berpotensi menjadi bumerang dalam masa depan. Di era 2029, Gibran tidak akan dapat mengandalkan nama besar Jokowi lagi, sehingga harus menghadapi pertarungan politik secara mandiri. Keanggotaan Jokowi di PSI dianggap memiliki makna politik lebih besar, memberikan dukungan struktural baru bagi calon-calon yang akan didukung partai tersebut. Status keanggotaan PSI Jokowi ditegaskan setelahnya membacakan nomor keanggotaannya di hadapan kader di Grand Pasundan, Rakorda DPD PSI Kota Bandung. Langkah ini menandai pergeseran modal politik yang sebelumnya bergantung pada kekuasaan presiden langsung. Pengamat menilai Jokowi terisolasi dan meninggalkan partai sebelumnya, membuka ruang politik baru yang belum pasti akan mendukung Gibran. #politik #gibran #jokowi #psi #dinasti
Bagikan
Berita terkait
APBN 2027 Alokasikan Rp 5 Triliun untuk Sekolah Gratis SD-SMA di Daerah 3T
kumparan · 30 September 2026 pukul 14.45
Luhut Targetkan Penyaluran Bansos Digital Mulai Diuji Coba Awal 2027
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.40
Daerah Dapat Rp 735 T di 2027, Mendagri: Belanja Pegawai Jangan Dilebih-lebihin
Detik.com · 30 September 2026 pukul 14.40
Produksi dan Pesanan Naik, Manufaktur China Cetak PMI 52,1
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 14.40