Guru Besar UI: Community Investment Harus Dimulai dari Kebutuhan-Aset
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Guru Besar FISIP UI Isbandi Rukminto Adi menyatakan program community investment tidak boleh berangkat dari asumsi perusahaan semata, melainkan harus dimulai dengan pemetaan kebutuhan dan aset yang dimiliki masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam panel diskusi Bangun Bangsa Conference 2026 bertajuk Sustainable Community Growth di Jakarta. Menurutnya, tujuan awal program—baik layanan kemanusiaan, pengembangan ekonomi, maupun tujuan sosial lainnya—menentukan pendekatan yang digunakan sehingga dampak yang diharapkan dapat tercapai.
Isbandi menekankan pendekatan berbasis aset agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, melainkan pihak yang memiliki modal untuk berkembang. Pendamping berperan bukan sebagai ahli yang membawa solusi, melainkan bekerja bersama masyarakat membangun sistem mandiri. Asesmen kebutuhan dapat dilakukan bersamaan proses pendampingan tanpa perlu riset panjang terlebih dahulu. Exit strategy harus disiapkan sejak awal agar masyarakat mampu melanjutkan program secara mandiri setelah perusahaan keluar. Kolaborasi multipihak—pemerintah, korporasi, perguruan tinggi, NGO, dan media—diperlukan untuk memperkuat keberlanjutan pemberdayaan.
Bagikan
Berita terkait
CEO Olahkarsa: Investasi Sosial Gagal Jika Hanya Ikuti Siklus Anggaran
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 14.20
CITA Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Pendidikan dan Pertanian
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 20.00
MHU Raih Impactful Program Awards 2026
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 03.33
Festival DEB Pertamina 2026 Perkuat Kolaborasi, Pacu Energi Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Desa
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 03.36