Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Guru Besar UI: Community Investment Harus Dimulai dari Kebutuhan-Aset

Guru Besar FISIP UI Isbandi Rukminto Adi menyatakan program community investment tidak boleh berangkat dari asumsi perusahaan semata, melainkan harus dimulai dengan pemetaan kebutuhan dan aset yang dimiliki masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam panel diskusi Bangun Bangsa Conference 2026 bertajuk Sustainable Community Growth di Jakarta. Menurutnya, tujuan awal program—baik layanan kemanusiaan, pengembangan ekonomi, maupun tujuan sosial lainnya—menentukan pendekatan yang digunakan sehingga dampak yang diharapkan dapat tercapai.

Isbandi menekankan pendekatan berbasis aset agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, melainkan pihak yang memiliki modal untuk berkembang. Pendamping berperan bukan sebagai ahli yang membawa solusi, melainkan bekerja bersama masyarakat membangun sistem mandiri. Asesmen kebutuhan dapat dilakukan bersamaan proses pendampingan tanpa perlu riset panjang terlebih dahulu. Exit strategy harus disiapkan sejak awal agar masyarakat mampu melanjutkan program secara mandiri setelah perusahaan keluar. Kolaborasi multipihak—pemerintah, korporasi, perguruan tinggi, NGO, dan media—diperlukan untuk memperkuat keberlanjutan pemberdayaan.

Berita terkait