Guru Besar UI: Community Investment Harus Dimulai dari Kebutuhan-Aset
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Guru Besar FISIP UI Isbandi Rukminto Adi menyatakan program community investment tidak boleh berangkat dari asumsi perusahaan semata, melainkan harus dimulai dengan pemetaan kebutuhan dan aset yang dimiliki masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam panel diskusi Bangun Bangsa Conference 2026 bertajuk Sustainable Community Growth di Jakarta. Menurutnya, tujuan awal program—baik layanan kemanusiaan, pengembangan ekonomi, maupun tujuan sosial lainnya—menentukan pendekatan yang digunakan sehingga dampak yang diharapkan dapat tercapai.
Isbandi menekankan pendekatan berbasis aset agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, melainkan pihak yang memiliki modal untuk berkembang. Pendamping berperan bukan sebagai ahli yang membawa solusi, melainkan bekerja bersama masyarakat membangun sistem mandiri. Asesmen kebutuhan dapat dilakukan bersamaan proses pendampingan tanpa perlu riset panjang terlebih dahulu. Exit strategy harus disiapkan sejak awal agar masyarakat mampu melanjutkan program secara mandiri setelah perusahaan keluar. Kolaborasi multipihak—pemerintah, korporasi, perguruan tinggi, NGO, dan media—diperlukan untuk memperkuat keberlanjutan pemberdayaan.
Bagikan
Berita terkait
CEO Olahkarsa: Investasi Sosial Gagal Jika Hanya Ikuti Siklus Anggaran
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 14.20
Bentoel Tinggalkan CSR Sekali Jalan, Kejar Efek Sosial Jangka Panjang
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.36
Inovasi Ubah Desa di Lereng Penanggungan Jadi Sentra Peternakan Domba Terpadu
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 17.22
Malaysia Incar Konsumen Indonesia untuk Plastic Surgery
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 07.00