Hadapi Regulasi Karbon Ketat Eropa, IBC Targetkan Solar PV Beroperasi 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia Battery Corporation (IBC) berencana mengintegrasikan energi terbarukan dalam rantai produksi baterai kendaraan listrik untuk menghadapi regulasi emisi karbon ketat, terutama di pasar Eropa. IBC menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau Solar PV di pabrik baterai Karawang, Jawa Barat, yang dikelola bersama CATL pada tahun 2027.
Selain sektor manufaktur, IBC juga melakukan dekarbonisasi pada sektor pengolahan menengah (midstream) dengan mengganti energi fosil menggunakan gas sebagai solusi transisi. Langkah ini diambil karena efektivitas penurunan emisi mobil listrik akan rendah jika proses produksinya masih bergantung pada energi kotor. Indonesia mengoptimalkan potensi sumber daya alam seperti nikel, aluminium (23% komponen baterai), dan tembaga (18% komponen baterai) untuk menjadi pusat industri baterai ramah lingkungan global.
Bagikan
Berita terkait
Operasikan PLTS Atap 2,2 MWp,Widatra Bhakti Perkuat Daya Saing Industri Hijau
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 15.01
Eddy Soeparno Puji Prabowo Groundbreaking PLTS 100 GWp
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 10.04
Kementerian ESDM: Pabrik Baterai EV CATL-IBC di Karawang Mulai Beroperasi
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 04.00
Harta Karun Tersembunyi, Limbah Sawit RI Bisa Diolah Jadi Listrik
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.00