Kementerian ESDM: Pabrik Baterai EV CATL-IBC di Karawang Mulai Beroperasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pabrik baterai kendaraan listrik (EV) hasil kerja sama joint venture antara Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dan Indonesia Battery Corporation (IBC) di Karawang, Jawa Barat, telah mulai beroperasi secara bertahap. Sekretaris Jenderat Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menyampaikan bahwa pabrik yang juga dikenal sebagai Proyek Dragon ini masih menunggu resmi diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Konstruksi pabrik sudah selesai dan operasional meski masih dalam tahap awal.
Pemerintah masih dalam proses pembahasan pengajuan insentif fiskal berupa tax holiday untuk proyek ini, yang sedang dikoordinasikan antara Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Investasi/BKPM. Total investasi proyek mencapai USD 1,1 miliar dengan kapasitas produksi baterai 6,9 gigawatt hour (GWh) pada fase pertama, terdiri dari baterai nickel manganese cobalt (NMC) dan lithium iron phosphate (LFP). Fase kedua direncanakan menambah kapasitas hingga 8,1 GWh dengan target ekspor.
Presiden Direktur IBC Aditya Farhan Arif menyatakan bahwa komersialisasi pabrik (COD) diperkirakan akan mencapai akhir Agustus 2026. Baterai NMC akan ditujukan untuk pasar ekspor ke Eropa, khususnya Jerman, sementara baterai LFP akan digunakan untuk sistem penyimpanan energi (BESS) dan diekspor ke Jepang. IBC juga telah mengamankan calon pembeli untuk produk baterainya.
Bagikan
Berita terkait
Siap-Siap Pabrik Baterai EV ke-2 RI Segera Beroperasi, Ini Pemiliknya
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 11.35
RI Bersiap Punya Pabrik Baterai Terbesar, Ini Profilnya
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 11.55
Pabrik Baterai EV Raksasa RI Siap Beroperasi, Ini Pemiliknya
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 10.20
Lapor ke Prabowo, Bahlil Sebut Pabrik Baterai EV Karawang Sudah Tuntas
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 15.55