Hampir 3 Mobil Listrik China Baru Meluncur Tiap Hari, Kualitas Baterai Jadi Tantangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar mobil listrik China mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, dengan lebih dari 600 model baru diluncurkan pada 2026. Rata-rata hampir tiga model baru hadir setiap hari, menandakan dinamika industri yang sangat kompetitif. Kecepatan peluncuran ini menciptakan tekanan pada kualitas baterai, sekaligus memicu persaingan harga yang ketat di pasar.
Robin Zeng, ketua CATL, menyoroti bahwa pertumbuhan pesat ini menimbulkan tantangan bagi industri baterai, termasuk beberapa kasus kegagalan produk. Harga sel baterai lithium iron phosphate (LFP) turun di bawah 0,35 yuan per Wh, mengekang margin produsen. Siklus pengembangan kendaraan yang semakin singkat juga memberi sedikit waktu untuk mengidentifikasi potensi cacat baterai sebelum produksi massal.
Beberapa kasus kualitas baterai sempat marak, seperti gugatan Viridi E-Mobility Technology terhadap Sunwoda dengan nilai tuntutan 2,31 miliar yuan, yang kemudian diselesaikan dengan pembayaran 608 juta yuan. Kasus lain melibatkan baterai CALB yang memengaruhi 213.000 unit mobil GAC AION, termasuk masalah seperti baterai menggelembong dan kehilangan daya. Meski kasus-kasus ini belum dipastikan berkaitan langsung dengan kecepatan peluncuran, Zeng menekankan pentingnya menjaga kualitas baterai agar pertumbuhan industri tetap berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Geely Galaxy TT Mulai 21.400 Dolar AS di China, Klaim Cas 11 Menit Tambah 400 Km
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 06.45
Segini Lama Umur Baterai Mobil Listrik dan Hybrid
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 18.40
KADI Selidiki 3 Kasus Impor, Potensi Bikin Industri RI Berdarah-darah
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 13.45
Indonesia Jadi Pemain Penting di Industri Baterai, Ini PR Besarnya
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 20.07