Harga Batu Bara Melesat ke USD 144 per Ton, Nikel Jadi USD 16.632
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah turun pada Selasa (22/9) dengan West Texas Intermediate (WTI) mencatatkan penurunan 1,2 persen menjadi USD 94,59 per barel, sementara Brent untuk kontrak November turun 1,1 persen ke USD 99,25 per barel. Penurunan ini terjadi sambil Arab Saudi berusaha memulihkan aliran di jalur pipa vital, dan pedagang memantau pengembangan geopolitik terkait konflik AS-Iran serta potensi pembukaan kembali Selat Hormuz.
Di sisi lain, harga batu bara menguat dengan kontrak ICE Newcastle untuk Oktober 2026 naik 1,16 persen hingga mencapai USD 144 per ton. Harga nikel juga mengalami kenaikan sebesar 1,92 persen di London Metal Exchange (LME) hingga USD 16.632 per ton, sementara harga timah naik 0,5 persen ke USD 54.214 per ton.
Harga minyak kelapa sawit (CPO) justru mengalami penurunan sebesar 0,97 persen pada perdagangan Senin, mencapai MYR 4.810 per ton menurut data tradingeconomics.com.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 17.45
Bahlil Sebut Harga Nikel Tak Lagi Dipermainkan Asing
Detik.com · 21 September 2026 pukul 13.42
Bahlil Ubah Permainan Batu Bara-Nikel RI, Tak Mau Lagi Dipermainkan
Berita terkait
Harga Batu Bara & CPO Kompak Turun, Nikel dan Timah Naik
kumparan · 22 September 2026 pukul 10.58
Update Harga Komoditas: Minyak hingga Batu Bara Menguat, Nikel Melemah
kumparan · 15 September 2026 pukul 08.45
Harga Komoditas: Batu Bara, Nikel, hingga CPO Kompak Melemah
kumparan · 14 September 2026 pukul 08.46
Harga Komoditas Hari Ini: CPO dan Batu Bara Melemah
kumparan · 10 September 2026 pukul 08.45