Harga Bergerak Liar, Bursa Pelototi Saham JAWA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas saham PT Jaya Agra Wattie Tbk. (JAWA) sejak Senin, 21 September 2026. Langkah ini dilakukan setelah terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar, dengan tujuan melindungi investor khususnya pemegang saham emiten tersebut. BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal, namun bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham JAWA. Pada perdagangan hari ini, saham JAWA dibuka turun 0,51% ke Rp195 per saham. Namun, dalam satu bulan terakhir saham ini mengalami kenaikan sebesar 36,36%. Sementara dari awal tahun hingga kini, saham JAWA mencatatkan penurunan sebesar 2,51%.
BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi bursa, mengkaji kinerja dan keterbukaan informasi emiten, serta mengkaji kembali rencana corporate action apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS. Investor juga diharapkan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum membuat keputusan investasi. Pengawasan ini menunjukkan komitmen BEI dalam menjaga keadilan dan transparansi pasar saham Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 18.40
KIM Indonesia Luncurkan KIM Gold ETF Sharia, Investasi Emas Kini Diperdagangkan di Bursa
Detik.com · 22 September 2026 pukul 10.22
Investor Muda Dominasi Pasar Modal, Ajaib Kenalkan ETF di Surabaya
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 10.39
Dorong Pembukaan 1.000 Rekening Efek di MNC University, MNC Sekuritas Resmikan Ruang Galeri Investasi
Berita terkait
BEI Catat Pertumbuhan 16,83% Dibanding Akhir 2025
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 15.38
BEI Pantau Ketat 4 Saham Sekaligus, Ada yang Naik Ratusan Persen
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.57
BEI Lelang 11 Saham Bursa pada 1 Oktober 2026
kumparan · 10 September 2026 pukul 11.35
Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat 5 Emiten Ini
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.00