Harga Bijih Naik Dua Kali Lipat, Vale Dorong Revisi HPM Limonit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) meminta pemerintah merevisi formula Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel limonit yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026 sejak 15 April 2026. Menurut Head of Strategy and Business Development Vale, Mateus Sigit H, formula baru ini menyebabkan harga bijih nikel naik hingga dua kali lipat, dari sekitar US$20 menjadi US$40 per wet metric ton (wmt). Lonjakan ini memberatkan perusahaan yang mengoperasikan proyek pengolahan high-pressure acid leach (HPAL) seperti di Pomalaa dan Bahodopi, yang berbentuk joint venture sehingga harus membeli bijih dari entitas terpisah dengan harga tinggi.
Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) juga mendukung revisi HPM. Menurut Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah, formula HPM yang baru menyebabkan harga bijih limonit 1,2% naik dari US$16 menjadi US$40,18 per wmt, menciptakan kesenjangan besar antara harga patokan dan kemampuan smelter menyerap bahan baku. Penambang dilarang menjual di bawah HPM, sementara smelter menghadapi tekanan biaya tinggi. FINI mengusulkan formula alternatif yang menyeimbangkan kepentingan sektor hulu dan hilir nikel agar industri tetap berkelanjutan.
Vale menilai dampaknya tidak merata di ketiga proyeknya dalam Indonesia Growth Project, yaitu Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Di Sorowako, kondisi dianggap relatif aman karena integrasi tambang dan pengolahan dalam satu entitas. Namun, di Pomalaa dan Bahodopi yang berbentuk joint venture, biaya bijih yang tinggi menjadi beban signifikan karena harus dibeli dari pasar terbuka dengan harga patokan yang sudah naik tajam.
Bagikan
Berita terkait
Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai EV Mulai Beroperasi di Sulteng!
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 20.50
Proyek Nikel Vale Tak Terintegrasi dengan IBC, Manajemen Beri Penjelasan
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 20.20
Vale (INCO) Punya Rencana Besar, Siapkan Capex Rp19,29 T
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.15
Vale Optimistis Capai Target Produksi Nikel Minimal 67.645 Ton di 2026
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 17.47