Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Proyek Nikel Vale Tak Terintegrasi dengan IBC, Manajemen Beri Penjelasan

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjelaskan bahwa proyek pengolahan nikel berbasis high-pressure acid leach (HPAL) yang sedang dikembangkan belum terhubung langsung dengan ekosistem Indonesia Battery Corporation (IBC). Head of Strategy and Business Development Vale, Mateus Sigit H, menyatakan bahwa pengembangan proyek tersebut didasarkan pada komitmen investasi yang tercantum dalam Kontrak Karya perusahaan pada 2018, yang mengharuskan Vale melakukan investasi di sektor pertambangan dan membangun fasilitas pengolahan. Vale memilih skema joint venture karena modal yang dibutuhkan untuk HPAL sangat besar, sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku dari tambang yang dimiliki perusahaan. Saat pengembangan proyek dimulai, IBC belum terbentuk, karena IBC baru didirikan pada 2021 untuk membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Vale saat ini mengembangkan tiga proyek dalam Indonesia Growth Project (IGP), yaitu IGP Pomalaa di Sulawesi Tenggara bersama Zhejiang Huayou Cobalt dan Ford Motor Company, IGP Morowali di Sulawesi Tengah bersama GEM dan EcoPro, serta IGP Sorowako Limonite di Sulawesi Selatan bersama Zhejiang Huayou Cobalt. Ketiganya dikembangkan untuk menghasilkan produk nikel olahan yang dapat dimasukkan ke dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik. Meski belum terintegrasi dengan IBC, Vale menyatakan peluang kerja sama masih terbuka, terutama karena perusahaan akan mendapatkan hak pembelian atas produk dari proyek-proyek tersebut yang kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut bersama IBC atau mitra lain.

Berita terkait