Harga Bitcoin Terbang 22% Dalam Sepekan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga Bitcoin naik 22% dalam satu minggu, ditutup pada US$ 76.943,90 (Rp 1,3 miliar) dibanding US$ 62.800 pada awal minggu. Lonjakan mengikuti penurunan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS yang dipicu oleh kebijakan buyback utang jangka panjang dari Departemen Keuangan AS. Sentimen positif juga mendukung kenaikan, terutama setelah dorongan penyelesaian CLARITY Act. Bitcoin masih jauh dari level tertinggi US$ 94.820 (Januari 2026) dan US$ 126.198 (Oktober 2025). Pendiri Token Bay Capital, Lucy Gazmararian, memrediksi Bitcoin masih berpotensi turun 20% sebelum fase bullish berikutnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 20.20
Pengguna Kripto Indonesia Tembus 22,69 Juta, Industri Ditantang Makin Kompetitif
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 21.40
Lewat Cara Ini Ekosistem Kripto Perlu Lebih Kompetitif
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 21.21
Tiga Pilar Utama Membangun Ekosistem Kripto yang Sehat
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 19.52
Pengguna Kripto RI Tembus 22,69 Juta, Industri Dorong Seimbangkan Inovasi dan Kepatuhan
Berita terkait
Bitcoin Melonjak 5,4 Persen Jelang Pertemuan Trump dengan Eksekutif Kripto
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 16.45
Pasar Kripto Kompak Menguat, Analis Ungkap Potensi Bitcoin Tembus US$100.000
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 13.34
Industri Kripto Berkembang Cepat, Regulasi Jadi Fondasi Perlindungan Konsumen
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 14.27
Transaksi Kripto Juni Tumbuh 24,2%, Pasar Indonesia Dinilai Kian Matang
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 14.18