Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Emas Dunia Naik 3 Persen Usai Kebijakan Departemen Keuangan AS

Harga emas dunia melonjak 3,4 persen ke level tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan, mencapai US$ 4.479,84 per ounce pada perdagangan Rabu. Kenaikan ini terjadi setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan dukungan likuiditas yang menekan imbal hasil obligasi dan dolar AS. Emas spot berhasil menembus rata-rata pergerakan 100 hari di kisaran US$ 4.381 per ounce, sementara emas berjangka AS naik 2,8 persen menutup di US$ 4.545,30 per ounce. Penguatan harga emas juga didukung oleh penurunan indeks dolar AS sebesar 0,8 persen dan penurunan tajam imbal hasil Treasury jangka panjang AS yang sebelumnya berada di level tertinggi dalam 19 tahun. Departemen Keuangan AS menggandakan nilai operasi pembelian kembali obligasi untuk memberikan likuiditas pada surat utang dengan tenor lebih panjang, memberikan dorongan positif bagi pasar logam mulia. Menurut analis, kombinasi dukungan likuiditas pemerintah, kebijakan The Fed yang bersedia melewati dampak guncangan energi, dan narasi stagflasi yang semakin berkembang dapat mendorong penurunan suku bunga riil dan menjadi katalis positif bagi emas. Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September 2026 mencapai 65 persen, didorong oleh data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait