Harga-harga Makin Mahal? Ini Cara Hemat Tanpa Mengorbankan Kenyamanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga pangan dan biaya transportasi terus naik, membebani masyarakat dari berbagai tingkat penghasilan. Dampaknya dirasakan berbeda: masyarakat berpenghasilan rendah harus mengurangi kualitas makanan atau mencari alternatif lebih murah, kelompok kelas menengah rentan dalam jangka panjang karena biaya transportasi tinggi tanpa subsidi, dan kalangan atas menghadapi kenaikan biaya operasional bisnis serta penurunan daya beli konsumen.
Para perencana keuangan menyarankan cara hemat tanpa mengorbankan kenyamanan. Tips utama meliputi hidup sesuai kemampuan tanpa membandingkan diri dengan orang lain, membeli makanan bergizi dengan harga terjangkau melalui warung atau memasak sendiri, serta mengurangi pengeluaran kecil harian seperti kopi kekinian yang bisa menggerus anggaran.
Selain itu, disarankan menggunakan transportasi umum, berjalan kaki untuk jarak pendek, atau bersepeda untuk menghemat biaya. Pengelolaan keuangan juga penting, seperti mengalokasikan dana untuk kebutuhan wajib sejak gaji diterima, menggunakan rekening terpisah, dan menjaga pengeluaran sehari-hari termasuk makan dan transportasi di kisaran 55 persen dari total pengeluaran bulanan jika perlu dengan memangkas pos pengeluaran lain.
Bagikan
Berita terkait
Inflasi Jakarta Agustus 2026 0,15 Persen, Terendah di Pulau Jawa
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 14.55
Ada Kotoran Manusia di Kursi, Transjakarta Tarik Bus untuk Disterilisasi
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 20.15
Babat Ego Sektoral, Zulhas Jadi Dirigen Pangan di Era Prabowo
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 19.25
Impor KRL Bekas Jepang, KCI Pakai Anggaran Sendiri
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.56