Harga Pertamax Bakal Disesuaikan, Ini Bocoran ESDM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Kementerian ESDM sedang meninjau kembali harga Pertamax berbasis Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Pertamina ditambah margin keuntungan. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan penetapan harga akan memperhitungkan rata-rata harga minyak mentah dunia secara berkala; jika tren rata-rata turun, Pertamina akan menyesuaikan harga ke bawah. Langkah ini merespons fluktuasi harga minyak global akibat ketegangan geopolitik.
Pada perdagangan 28 Juli 2026, harga minyak dunia merosot tajam. Brent turun 4,8% ke US$ 84,09 per barel dan WTI anjlok 4% ke US$ 79,26 per barel. Koreksi terjadi setelah Iran membahas keamanan Selat Hormuz dengan Arab Saudi dan Oman, serta jeda sementara konflik AS-Iran yang menurunkan risiko gangguan pasokan.
Commonwealth Bank of Australia menilai penurunan mencerminkan meredanya kekhawatiran eskalasi langsung. Namun Goldman Sachs memperingatkan risiko pasokan tetap tinggi: Brent diperkirakan bisa turun ke US$ 80 per barel akhir tahun jika Selat Hormuz dibuka penuh, namun gangguan di Laut Merah dan ancaman terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi tetap berpotensi mendorong harga naik kembali.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 08.00
Kementerian ESDM Berikan Kabar Terbaru Soal Harga Pertamax
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 08.45
Harga BBM Pertamax Cs Bakal Turun di Agustus? Ini Kata ESDM
Berita terkait
Pemerintah Perlu Waspadai Migrasi Konsumen Pertamax ke Pertalite
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 07.30
Harga Minyak Indonesia Turun ke US$ 81,68 per Barel, Pasokan Dunia Membaik
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 11.21
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 09.47
Harga Indeks Biodiesel Agustus 2026 Naik Jadi Rp 14.924/Liter
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.32