Harga BBM Pertamax Cs Bakal Turun di Agustus? Ini Kata ESDM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan harga BBM non‑subsidi seperti Pertamax mengikuti pergerakan pasar internasional, sehingga belum ada kepastian penurunan harga dalam waktu dekat. Ia menjelaskan penetapan harga Pertamax bergantung pada biaya pokok penyediaan (BPP) Pertamina ditambah margin keuntungan, dan saat ini pasar global masih tidak pasti akibat geopolitik sehingga harga minyak internasional justru naik. Kementerian ESDM akan terus memantau harga minyak dunia dan mengevaluasi harga keekonomian BBM; jika rata‑rata harga pasar turun, Pertamina dapat menyesuaikan harga. Data Refinitiv per 28 Juli 2026 menunjukkan harga Brent US$87,86 per barel (turun 0,57% dari US$88,36) dan WTI US$81,97 per barel (turun 0,77% dari US$82,61). Harga minyak telah terkoreksi hampir 9% dalam dua hari perdagangan terakhir setelah Brent sempat mencapai US$96,78 pada 24 Juli. Penurunan tekanan harga dipicu oleh harapan akan kemajuan diplomasi AS‑Iran yang meredakan kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah, meskipun risiko tetap ada karena ancaman Houthi di Bab el‑Mandeb dan kondisi pelayaran di Selat Hormuz yang belum normal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 11.15
Harga Pertamax Bakal Disesuaikan, Ini Bocoran ESDM
Berita terkait
Pertamina Tegaskan Harga Pertamax Dkk Tetap Ikuti Formula Pemerintah
CNN Indonesia · 12 September 2026 pukul 14.44
Pertamina: Harga Pertamax Akan Berkisar Rp 18-20 Ribuan
Detik.com · 11 September 2026 pukul 13.52
Perbandingan Harga BBM RI dengan Malaysia, Mana Lebih Murah?
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.30
Daftar Resmi Harga BBM di Seluruh SPBU RI, Berlaku 26 Agustus 2026
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 08.20