Harga Sulfur Tinggi, Tantangan Vale Jelang Ekspansi HPAL
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345370/original/062550500_1789030070-Screenshot__1061_.jpg)
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menghadapi kenaikan harga sulfur dan asam sulfat yang tinggi di pasar, yang menjadi input penting untuk pengolahan nikel menggunakan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL). Presiden Direktur Bernardus Irmanto menyatakan bahwa meski sudah dilakukan mitigasi sejak awal tahun 2026, persediaan sulfur diperkirakan cukup hingga kuartal III 2026. Namun, perusahaan tetap mengantisipasi dampak pada kuartal IV 2026 dan tahun 2027. Proyek HPAL yang sedang dibangun diharapkan mendukung diversifikasi produk nikel dan menjaga prospek bisnis jangka menengah hingga panjang.
Bagikan
Berita terkait
Kisah RI Pangkas Produksi Nikel, Harga Langsung Melejit
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 10.35
Emas Sumbang Mayoritas Pendapatan Antam, Total Penjualan Tembus Rp 50 T
Detik.com · 10 September 2026 pukul 18.30
Vale (INCO) Punya Rencana Besar, Siapkan Capex Rp19,29 T
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.15
Vale Optimistis Capai Target Produksi Nikel Minimal 67.645 Ton di 2026
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 17.47