Kisah RI Pangkas Produksi Nikel, Harga Langsung Melejit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa produksi nikel nasional memiliki dampak besar terhadap harga nikel di pasar dunia. Pengurangan atau penambahan kapasitas produksi dalam jumlah besar dapat langsung memengaruhi pergerakan harga nikel global.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan sensitivitas itu terlihat ketika satu perusahaan menambah produksi nikel sebesar 25 juta ton, yang membuat harga langsung turun 850 poin. Menurutnya, perubahan produksi nikel Indonesia memiliki pengaruh signifikan terhadap harga komoditas tersebut. Sebaliknya, ketika pemerintah mulai mengendalikan kapasitas produksi, harga nikel dapat mengalami kenaikan.
Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel pada 2025 mencapai sekitar 415 juta ton. Pada volume produksi di kisaran 400 hingga 417 juta ton, pergerakan harga relatif tidak menunjukkan persoalan berarti. Namun, setelah pemerintah mengumumkan akan melakukan pengelolaan terhadap kapasitas produksi, harga nikel naik menjadi 18.000. Hal ini disampaikan dalam MINDialogue bertema Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI, Rabu 12 Agustus 2026.
Bagikan
Berita terkait
Alarm dari Kadin! Ekspor Nikel RI Terancam Hilang 5 Juta Ton
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 13.48
RI Terancam Kehilangan Ekspor Nikel 5 Juta Ton
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 07.25
Bahlil Hati-Hati Soal Target Produksi Tambang di RKAB, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 09.40
Video: Kuota Produksi Batu Bara Direvisi, Kontraktor Ikut Diuntungkan?
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 09.32