Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kisah RI Pangkas Produksi Nikel, Harga Langsung Melejit

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa produksi nikel nasional memiliki dampak besar terhadap harga nikel di pasar dunia. Pengurangan atau penambahan kapasitas produksi dalam jumlah besar dapat langsung memengaruhi pergerakan harga nikel global.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan sensitivitas itu terlihat ketika satu perusahaan menambah produksi nikel sebesar 25 juta ton, yang membuat harga langsung turun 850 poin. Menurutnya, perubahan produksi nikel Indonesia memiliki pengaruh signifikan terhadap harga komoditas tersebut. Sebaliknya, ketika pemerintah mulai mengendalikan kapasitas produksi, harga nikel dapat mengalami kenaikan.

Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel pada 2025 mencapai sekitar 415 juta ton. Pada volume produksi di kisaran 400 hingga 417 juta ton, pergerakan harga relatif tidak menunjukkan persoalan berarti. Namun, setelah pemerintah mengumumkan akan melakukan pengelolaan terhadap kapasitas produksi, harga nikel naik menjadi 18.000. Hal ini disampaikan dalam MINDialogue bertema Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI, Rabu 12 Agustus 2026.

Berita terkait