Haruskan Prabowo Memimpin Pakai Gaya Otoriter? Ini Pendapat Anies Baswedan Soal Gaya Strongman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bahwa Indonesia tidak perlu terburu-buru mengadopsi gaya kepemimpinan otoriter seperti strongman. Ia menekankan bahwa kemajuan negara seperti Tiongkok dan Singapura tidak hanya didasari oleh kepemimpinan kuat, melainkan fondasi tata kelola yang matang. Anies mengingatkan publik bahwa membandingkan dengan negara otoriter yang mengalami keterpurukan seperti Myanmar dan Korea Utara menunjukkan bahwa otoritarianisme tidak secara otomatis menghasilkan kemajuan. Ia menyatakan tiga fondasi penting: teknokrasi yang matang, meritokrasi yang ketat, dan transparansi institusi. Menurutnya, sistem pemerintahan yang baik harus didukung oleh proses perencanaan berbasis data, pengangkutan pejabat berdasarkan kompetensi, serta kepatuhan terhadap aturan yang jelas. Tanpa ketiga elemen ini, gaya kepemimpinan kuat saja tidak mampu mendorong kemajuan jangka panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 12.57
Jenderal Gatot Ingatkan Meritokrasi di TNI dan Bahaya Perang Informasi
Berita terkait
Munas X AMPI Munculkan Calon Tunggal Ketum, Sekjen Golkar Nilai Sebagai Kedewasaan Politik
JawaPos · 29 September 2026 pukul 21.30
Terbongkar! Bambang Pacul Mendadak Buka Kartu Soal Karakter Asli Jokowi
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 14.20
Prabowo Disebut Tak Bergantung pada Orang Lain: 'Yang Tidak Mampu Harus Tahu Diri'
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 16.17
Belajar Memimpin Perubahan, Memenangi Masa Depan
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 00.15