Jenderal Gatot Ingatkan Meritokrasi di TNI dan Bahaya Perang Informasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan pentingnya meritokrasi sebagai fondasi kepemimpinan di TNI. Menurutnya, promosi dan penempalan jabatan harus berdasarkan prestasi, kemampuan, moral, etika, pendidikan, pengalaman, profesionalisme, dan netralitas. Jika sistem merit diganti oleh kedekatan politik atau faktor nonprofesional, TNI berisiko kehilangan profesionalisme dan netralitas. Gatut juga menyatakan bahwa tentara harus bekerja untuk negara, bukan untuk mencari jabatan melalui jaringan politik. Kehilangan meritokrasi dapat menurunkan kepercayaan prajurit terhadap sistem dan mengancam stabilitas TNI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 22.15
Haruskan Prabowo Memimpin Pakai Gaya Otoriter? Ini Pendapat Anies Baswedan Soal Gaya Strongman
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 18.21
Gatot Nurmantyo Sindir Tentara Salon Dapat Promosi karena Kedekatan, 'Itu Namanya 'Pelacur Politik''
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 10.02
Gatot Nurmantyo Soroti Ada Personel Naik Pangkat Instan di TNI: Tentara Tak Boleh Seperti...
Berita terkait
DPR Berharap Kenaikan Tukin Tingkatkan Profesionalisme Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 11.39
Komisi I DPR Harap TNI Perkuat Profesionalisme Usai Prabowo Naikkan Tukin
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 14.08
Menilik Prestasi Ahmad Rizal Ramdhani dalam Memperkuat Peran BULOG
JPNN.com · 3 Oktober 2026 pukul 14.10
Brigjen TNI Mohamad Iswan Nusi Raih 2 Penghargaan Akademik sebagai Lulusan Terbaik di Unjani
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 22.51