Hilirisasi Tambang jadi Penopang Ketahanan Indonesia, dari Pertahanan hingga Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335924/original/094442800_1788078173-d30df9d0-2861-466f-95e3-35aa6b5b6685.jpeg)
Indonesia, sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar (42% dunia) dan timah pertama, menggunakan hilirisasi pertambangan untuk mendukung ketahanan strategis. Sektor ini menyumbang 8,75% PDB 2025 dan Rp92,56 triliun ke negara melalui 6 perusahaan besar. Hilirisasi menghubungkan mineral seperti tembaga, nikel, dan batu bara ke industri pertahanan, energi, dan pertanian. Proyek baterai 15 GWh dan pengembangan pupuk dari batu bara menunjukkan transformasi nilai tambah. MIND ID dan mitra internasional membangun rantai pasok terintegrasi untuk kemandirian energi dan industri pertahanan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 30 Agustus 2026 pukul 17.02
Pengamat Minta Pembentukan BLU Batubara Ditunda untuk Jaga Keadilan Usaha
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 14.25
Babak Baru Peta Jalan Industri Pertambangan Indonesia
Berita terkait
10 Saran Ahli untuk Kembangkan Hilirisasi Emas RI
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 08.02
Mekeng Dilantik Jadi Ketua Komisi XII DPR, Siap Kawal Ketahanan Energi
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 19.00
Investasi Tumbuh, Danantara Perkuat Dampak Ekonomi Nasional secara Terukur
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 17.09
Peluang Besar, UMKM Sawit Didorong Berani Masuk Pasar Global
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 19.04