IBCWE Sarankan Program Inklusif untuk Perempuan Pakai Social Mapping
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Executive Director IBCWE Wita Krisanti menyatakan banyak program pemberdayaan perempuan tidak efektif karena penyelenggara gagal memahami kondisi dan kebutuhan nyata peserta. Pernyataan ini disampaikan dalam panel diskusi Designing Community Investment for Social Impact di Bangun Bangsa Conference 2026, Jakarta, Kamis (6/8). Ia menekankan bahwa keberhasilan program investasi sosial tidak cukup diukur dari keterlibatan perempuan sebagai peserta, melainkan dari apakah perempuan benar-benar menjadi penerima manfaat yang memperoleh akses dan kesempatan berkembang. Krisanti mencontohkan program pelatihan yang digelar pada jam ketika perempuan masih sibuk mengurus pekerjaan domestik seperti menyiapkan sarapan, mencuci baju, dan bersih-bersih. Ia juga menyoroti hambatan berupa lokasi kegiatan yang sulit dijangkau, tidak tersedianya dukungan transportasi, serta tanggung jawab pengasuhan anak kecil yang membuat perempuan kesulitan mengikuti program. Ia menyarankan penyelenggara melakukan social mapping terlebih dahulu agar program benar-benar menyasar kelompok rentan yang belum punya akses.
Bagikan
Berita terkait
Wamen PPPA Dorong Keterlibatan Perempuan dalam Pemulihan Pesisir Inhil
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 10.12
Perempuan Perlu Diberi Ruang untuk Ambil Peran Strategis di Berbagai Bidang, Termasuk Ekonomi
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 20.25
UNESCO: 2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Dilarang Sekolah
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 01.01
Mighrul Lappung Bersatu Perluas Kepengurusan ke Jakarta
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 19.31