Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

PBB Cari Sekjen Baru, Sudah Saatnya Perempuan Memimpin?

Tekanan untuk menjadikan perempuan sebagai Sekretaris Jenderal PBB berikutnya semakin kuat di tengah kemunduran kesetaraan gender global. Laporan terbaru UN Women menunjukkan, dengan laju kemajuan saat ini, dibutuhkan 171 tahun lagi untuk mencapai kesetaraan gender, jauh melebihi target 2030. Temuan lainnya menunjukkan hampir satu dari tiga perempuan mengalami kekerasan seksual, dan hampir satu dari lima anak perempuan menikah sebelum usia 18 tahun. Kepala parlemen global juga kehilangan momentum, dengan enam dari tujuh negara masih dipimpin oleh laki-laki.

Sarah Hendriks dari UN Women menyambut dukungan kuat untuk perempuan di posisi tertinggi PBB, menyatakan bahwa ini bukan sekadar simbolisme tetapi soal apakah PBB benar-benar mencerminkan nilai yang diajarkan. Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta dan Presiden Botswana Duma Boko mendukung langkah ini, menekankan bahwa setelah lebih dari 80 tahun, PBB seharusnya sudah cukup bijak untuk memilih perempuan dengan integritas.

Saat ini, ada tujuh kandidat untuk menggantikan Antonio Guterres, termasuk empat perempuan. Dua kandidat perempuan, Rebeca Grynspan dan Caroline Rodrigues-Birkett, unggul dalam jajapendapat terbaru Dewan Keamangan. Namun, keputusan akhir ada di tangan lima anggota tetap Dewan Keamanan yang memiliki hak veto. Isu kesetaraan gender sempat kurang menonjol dalam sidang terbaru, terutama terkait transformasi teknologi dan AI, yang hanya 22% posisinya dihuni perempuan.

Berita terkait