IBMA Bidik Bursa Mineral untuk Perkuat Ekosistem Emas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi diluncurkan pada 20 Agustus 2026 untuk memperkuat ekosistem emas nasional. Asosiasi ini sedang mengkaji peran bursa mineral guna memperluas akses produk emas ke pasar bursa. Sebelumnya, instrumen emas sudah masuk ke pasar modal melalui Exchange Traded Fund (ETF) beraset dasar emas yang diluncurkan sepekan sebelumnya. IBMA juga sedang memetakan seluruh pelaku industri emas untuk merumuskan usulan kebijakan kepada pemerintah. Selain itu, IBMA mengintegrasikan prinsip syariah sejak awal dalam pengembangan asosiasi dan ekosistem bullion di Indonesia. Dua instrumen utama yang mendukung pertumbuhan bullion adalah Pegadaah dan Bank Syariah Indonesia (BSI), yang diharapkan tumbuh double digit. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa sekitar 1.800 ton emas dengan nilai US$ 252 miliar masih tersimpan di masyarakat. Pemerintah berharap sebagian emas tersebut dapat dialihkan ke instrumen keuangan untuk memperkuat ekonomi nasional. Hingga kini, Pegadaian telah mengumpulkan sekitar 153 ton emas, sementara BSI mengumpulkan sekitar 20 ton emas melalui layanan bullion.
Bagikan
Berita terkait
Menkeu Purbaya Siapkan Rp 31 Triliun untuk Alihkan PPPK jadi Pegawai Pemerintah Pusat
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 16.19
IHSG Ditutup Melesat 1,68% ke 6.501, Transaksi Tembus Rp 14,75 T
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 16.16
Purbaya Bersama Istri Mendadak Beli Produk UMKM Kalimantan di KKI 2026
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 16.15
BEI Cecar Toba Pulp (INRU) Soal Korupsi Pajak Rp2 T, Ini Jawabannya
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.13