IEU-CEPA Buka Pasar Eropa, Pengusaha RI Bidik Peluang Ekspor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kesepakatan IEU-CEPA (Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement) diproyeksikan selesai direratifikasi pada semester II-2026, dengan implementasi awal 2027. Lebih dari 98% tarif dihapus, membuka peluang ekspor Indonesia ke Eropa. Nilai perdagangan 2024 mencapai €27,3 miliar. Produk berpotensi: kopi, kakao, karet, tekstil, perikanan, furnitur, dan komponen elektronik.
Ade Jona Prasetyo HIPMI menekankan bahwa tarif turun tidak otomatis meningkatkan ekspor. Pasar Eropa memiliki standar kualitas, sertifikasi, dan keberlanjutan yang harus dipenuhi. Tantangan utama: standarisasi, pembiayaan ekspor, akses buyer, dan kapasitas produksi.
HIPMI mengusulkan empat langkah: percepatan sertifikasi, pembiayaan kompetitif, business matching, dan peningkatan kapasitas produksi. IEU-CEPA juga dapat menarik investasi Eropa di sektor manufaktur, teknologi, energi hijau, kendaraan listrik, elektronik, dan farmasi. Fokus pada UMKM dan pengusaha daerah agar menjadi eksportir langsung atau bagian rantai pasok.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.20
IEU-CEPA Jalan Tahun Depan, RI Incar 94% Pos Tarif Dinolkan!
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 17.03
Pemerintah Kawal Penandatanganan dan Kesiapan Implementasi IEU-CEPA
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 09.00
Dari Anyaman Lokal, Agrominafiber Menembus Pasar Global
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 20.37
Indonesia-Uni Eropa Targetkan Penandatanganan IEU CEPA Oktober 2026
Berita terkait
Transaksi UMKM Bisa Ekspor Tembus Rp 4,49 Triliun hingga Juni 2026
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 17.51
Wamendag Ungkap Jurus Kejar Target Ekspor Rp5.618 T
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 04.45
Ini 5 Wilayah dengan Realisasi Investasi Terbesar di Indonesia
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 16.15
Top! Perabot Berbasis Anyaman RI Tembus Pasar AS
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 19.15