Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Ambruk Hampir 24%, Mandiri Sekuritas Masih Lihat Peluang Balik ke 7.500

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan kuat sepanjang 2026 dengan penurunan sekitar 23,7% secara year-to-date (YTD), menyebabkan pasar saham Indonesia tertinggal dari bursa-bursa utama Asia yang kebanyakan masih tumbuh positif. Kresna Hutabarat, Head of Equity Research & Strategi Mandiri Sekuritas, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG dikaitkan dengan kondisi makroekonomi global, pelemahan rupiah (sekitar 5,8% YTD), dan respons kebijakan domestik. Ia menekankan bahwa tekanan ini lebih signifikan dibandingkan beberapa mata uang regional yang justru mampu menguat.

Berbagai faktor eksternal dan domestik memengaruhi kinerja pasar saham Indonesia, termasuk dinamika kebijakan indeks MSCI Indonesia, ketegangan geopolitik global, prospek peringkat kredit, dan kebijakan suku bunga Bank Indonesia. Faktor-faktor ini berpotensi memengaruhi likuiditas, biaya pendanaan, dan sentimen investor terhadap aset keuangan Indonesia.

Meski proyeksi Mandiri Sekuritas untuk IHSG pada akhir 2026 berada di kisaran 6.800, skenario bullish dapat mendorong IHSG mencapai 7.500 jika equity risk premium membaik dan risk-free rate bergerak lebih rendah. Namun, realisasi proyeksi ini sangat bergantung pada perkembangan makroekonomi, nilai tukar, kebijakan moneter, dan sentimen investor.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait