Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Berat Tinggalkan Level 6.000, Rupiah Jadi Pemberat

HSBC Global Investment Research mempertahankan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level 6.200 hingga akhir 2026, meskipun posisi saat ini berada di sekitar 6.112. Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC, Herald van der Linde, menyatakan bahwa ruang kenaikan IHSG hingga akhir tahun masih terbatas dan sangat bergantung pada stabilisasi rupiah serta perkembangan sejumlah sektor pasar. Menurutnya, pasar saham Indonesia saat ini berada di level menengah dibandingkan pasar regional lainnya.

Dari sisi pertumbuhan laba, proyeksi Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 10%, sementara India berada di kisaran 10%-12%. Pasar Korea disebutkan mengalami pertumbuhan laba yang lebih tinggi seiring dengan kuatnya sektor kecerdasan buatan (AI). Herald menambahkan bahwa sebagian besar pasar sudah cukup puas dengan angka pertumbuhan laba seperti itu.

Di tengah minat investor terhadap saham berbasis AI, Herald juga mengidentifikasi risiko akibat overbuild dalam pengembangan kapasitas AI. Jika kondisi ini terjadi, investor diperkirakan akan beralih ke pasar yang memiliki pertumbuhan tidak bergantung pada AI. Menurutnya, pergerakan IHSG hingga akhir tahun masih perlu menunggu perkembangan dari berbagai pemberitaan yang muncul.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait