IHSG Berpotensi Uji 6.300-6.350, Harga Minyak Jadi Katalis Positif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguji level 6.300-6.350 pada perdagangan Selasa (22/9/2026), didorong oleh penguatan bursa global dan penurunan harga minyak. Phintraco Sekuritas mencatat, penguatan Wall Street pada Senin (21/9/2026) ditopang oleh penurunan harga minyak WTI 4,5% ke US$95 per barel, serta penurunan imbal hasil US Treasury 10 tahun 4 basis poin ke 4,951%. Di sisi lain, harga emas melemah 0,8% ke US$4.348 per troy ounce. Pasar juga menantikan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk membahas isu seperti AI, tarif perdagangan, dan mineral kritis.
Secara domestik, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menyesuaikan batas harga minimum saham dan DINFRA di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dari Rp50 menjadi Rp1 mulai 28 September 2026. Phintraco Sekuritas menilai perubahan ini berpotensi meningkatkan likuiditas dan pembentukan harga saham. Untuk perdagangan hari ini, Phintraco menyiapkan saham pilihan: AMMN, TPIA, BRPT, COIN, dan CUAN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 20 September 2026 pukul 13.30
IHSG Turun 1,53 Persen ke Level 6.441 Selama Sepekan, Kapitalisasi Pasar Terkikis
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 14.21
IHSG Merah Sendirian di Antara Bursa Lain, Ini Kata Analis
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 14.04
Penutupan Perdagangan Sesi I, IHSG Anjlok 1,11% ke 6.313
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 12.33
IHSG Anjlok 1,11 Persen ke 6.313 Siang Ini, 513 Saham Merah
Berita terkait
IHSG Terpukul 0,88% ke Level 6.384,72 di Akhir Perdagangan
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 16.09
IHSG Turun 0,43% ke 6.413,15 pada Awal Perdagangan
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 09.08
IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 12.32
IHSG Tembus Lagi 6.500, Naik 0,73% di Awal Perdagangan
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 09.30