Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,35% ke level 6.439,74 pada sesi I Jumat (18/9/2026), setelah sebelumnya terbuka kuat 0,76% hingga level 6.511,5 yang ditopang oleh saham BYAN yang melonjak 19,96%. Pada perdagangan siang, IHSG menyentuh intraday tertinggi 6.521 dan terendah 6.433. Sebanyak 213 saham menguat, 429 melemah, dan 321 stagnan, dengan nilai transaksi Rp 7,5 triliun dan volume 14,4 juta saham. Sektor paling melemah adalah kesehatan (-1,5%), keuangan (-1,4%), dan real estate (-0,9%). Saham penopang melemahkan IHSG meliputi BBCA, BBRI, BMRI, AMMN, dan BBNI, sementara saham penopang koreksi antara lain BYAN, DCII, IMPC, MAPI, dan MBMA.

Pasar global memberi sinyal campuran bagi aset berisiko. Wall Street ditutup menguat dengan Dow Jones naik 0,61%, S&P 500 menguat 1,14%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,69%, seiring penurunan yield US Treasury dan harga minyak. Harga minyak Brent turun 1% ke US$104,82 per barel, dan WTI ke US$101,91 per barel, meski masih di atas US$100 per barel akibat risiko gangguan pasokan dari konflik Timur Tengah. Lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz turun drastis, hanya tiga kapal pada Rabu dibandingkan rata-rata 17 kapal per hari sebelumnya.

Di sisi lain, klaim tunjangan pengangguran AS turun ke 196.000, di bawah ekspektasi 208.000, menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang relatif kuat dan menjadi perhatian investor terkait kebijakan moneter The Fed. Bank of England mempertahankan suku bunga 3,75% meski inflasi Inggris naik ke 3,1% pada Agustus. Pasar Asia menantikan data inflasi Jepang dan keputusan Bank of Japan yang diperkirakan menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 1,25%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait