Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Dibuka Naik 0,4%, Uji Level 6.600 hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,40% ke level 6.626,61 pada perdagangan Rabu (2/9/2026), didorong oleh 278 saham yang menguat dan 595 saham yang stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp412,4 miliar dengan volume 632,4 juta saham. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sekitar Rp11.574 triliun. Penguatan ini terjadi setelah IHSG melonjak 1,14% di sesi sebelumnya. Namun, tekanan sentimen global masih terasa akibat eskalasi konflik AS-Iran dan lonjakan harga minyak. Serangan udara AS ke Iran yang dibalas dengan serangan rudal dan drone meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis sepertiga pasokan minyak dunia.

Harga minyak Brent melonjak 4,6% ke US$94,65 per barel, sementara WTI naik 0,6% menjadi US$90,77 per barel. Dalam dua hari, kedua jenis minyak tersebut naik sekitar 6%. Lonjakan energi memicu kekhawatiran inflasi global dan menekan imbal hasil obligasi pemerintah. Yield US Treasury 10 tahun mencapai 4,788%, tertinggi dalam 20 bulan. Di Jepang, yield obligasi 10 tahun melewati 3% untuk pertama kalinya sejak 1996, sementara Inggris mencapai 5,2341%, tertinggi sejak Juni 2008.

Di dalam negeri, PMI manufaktur Indonesia masuk zona kontraksi pada Agustus 2026 dengan level 49,8, ditandai penurunan produksi dan tenaga kerja. Inflasi bulanan mencapai 0,21% dan tahunan 3,19%, berbalik dari deflasi Juli. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama kenaikan harga. Neraca perdagangan mencatat surplus tipis US$110 juta pada Juli 2026, setelah defisit US$450 juta pada bulan sebelumnya, didukung oleh impor yang tumbuh 27,02% lebih cepat dibandingkan ekspor 6,05%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait