Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Diproyeksi Melemah, Investor Cermati Sentimen Global dan Aturan Baru BEI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,88 persen ke level 6.384,73 pada Senin (21/9), dan diperkirakan masih melanjutkan koreksi pada Selasa (22/9). Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level 6.300-6.350, meski penurunan harga minyak dan penguatan indeks bursa global dapat membatasi pelemahan. Secara teknikal, IHSG masih di atas level MA100, namun pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI menunjukkan risiko pembentukan Death Cross di area oversold. Analis MNC Sekuritas juga melihat tekanan jual mendominasi, dengan IHSG berada pada bagian wave iv dari wave (c), dan berpotensi menguji kembali level 6.290-6.370. Jika IHSG tetap di atas 6.370, peluang kuat ke rentang 6.541-6.581 masih terbuka.

BEI akan menurunkan batasan harga terendah saham dari Rp 50 ke Rp 1 mulai 28 September 2026, disertai penyesuaian Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB). Kebijakan ini diharapkan meningkatkan likuiditas pasar dan membantu investor yang terjebak di saham Rp 50 keluar dari posisi. Namun, analis Phintraco Sekuritas menyoroti risiko seperti kerugian modal yang besar, volatilitas spekulatif tinggi, dan potensi ilusi harga murah bagi investor ritel pemula.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham AMMN, TPIA, BRPT, COIN, dan CUAN untuk diperhatikan, sementara MNC Sekuritas menyarankan ASII, BBNI, DEWA, dan HRTA. Kedua analis menekankan bahwa keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait