PBSA Dapat Restu Stock Split 1:2, Saham Beredar Jadi 6 Miliar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mendapat persetujuan pemegang saham untuk melakukan stock split dengan rasio 1:2 dalam RUPSLB pada 18 September 2026. Aksi ini akan menggandakan jumlah saham beredar dari 3 miliar menjadi 6 miliar saham, sementara nilai nominal saham turun dari Rp50 menjadi Rp25 per saham. Manajemen menyatakan tujuan stock split adalah membuat harga saham lebih terjangkau bagi investor dan meningkatkan likuiditas perdagangan di BEI. PBSA akan mengajukan pencatatan saham tambahan hasil stock split kepada BEI pada 1 Oktober 2026, dengan pencatatan informasi terkait dijadwalkan terbit pada 8 Oktober 2026. Perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi akan berakhir pada 13 Oktober 2026, dan perdagangan dengan nilai nominal baru dimulai pada 14 Oktober 2026. Meski stock split membuat harga saham lebih terjangkau secara nominal, peningkatan likuiditas tetap bergantung pada aktivitas transaksi dan minat investor di pasar. Pada perdagangan 22 September 2026, saham PBSA naik 1,38% menjadi Rp735 per saham, namun dalam satu minggu terakhir masih turun 8,7%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 September 2026 pukul 17.30
Saham Rp 1 Mulai Berlaku
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 10.35
Harga Naik Ratusan Persen, BEI Gembok Saham WAPO dan NASI
kumparan · 22 September 2026 pukul 06.57
IHSG Diproyeksi Melemah, Investor Cermati Sentimen Global dan Aturan Baru BEI
kumparan · 21 September 2026 pukul 20.02
Selain Harga Minimum Saham Rp 1, BEI Juga Rombak Aturan ARA dan ARB
Berita terkait
Batas Harga Minimum Saham Rp50 Dihapus per 28 September 2026, Begini Penjelasan BEI
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 16.55
BEI Turunkan Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp1 Mulai 28 September
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 13.07
Video: Batas Harga Saham Rp 50 Dihapus, Ini Efeknya ke Investor-Emiten
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 16.35
BEI Bidik Saham Rp1 Mulai September, 8 Anggota Bursa Belum Siap
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 18.48