IHSG Diproyeksi Menguat Ditopang Rupiah, Diuji Tekanan Inflasi AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG diprediksi menguat 6.610-6.658 pada Senin (14/9) setelah melemah 47,96 poin ke 6.541,38 pada Jumat (11/9). Analis Mirae Asset menyatakan pergerakan masih bullish meski koreksi, dengan dukungan dari stabilitas Rupiah (Rp 17.641/USD) dan Indeks Keyakinan Konsumen yang terjaga. Namun, tekanan global dari inflasi AS (CPI Agustus 0,4% MoM), kekhawatiran geopolitik, dan kenaikan Fed Funds Rate 86,5% dapat menghambat. MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG rawan turun ke 6.370-6.451. Yield Treasury AS naik 4,975% (10-tahun) dan 4,644% (2-tahun) akibat aksi jual.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 06.20
IHSG Diperkirakan Melemah Awali Pekan Ini
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 09.09
IHSG Anjlok 1,33%! BBCA-BBRI Tertekan, Asing Beralih ke Saham Komoditas
Detik.com · 12 September 2026 pukul 15.58
IHSG Melemah 1,43%, Kapitalisasi Pasar Bursa RI Susut Jadi Rp 11.446 T
Berita terkait
IHSG Dibuka Melemah 0,55% ke Level 6.552, Mayoritas Bursa Asia Ikut Memerah
kumparan · 11 September 2026 pukul 09.05
IHSG Diproyeksi Lanjutkan Koreksi, Sentimen Konflik AS-Iran Tekan Pasar
kumparan · 11 September 2026 pukul 07.15
IHSG Dibuka Menguat 0,22 Persen ke Level 6.700
kumparan · 9 September 2026 pukul 09.03
IHSG Sesi 1 Turun 0,11 Persen ke Level 6.660,79
kumparan · 4 September 2026 pukul 11.35