Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Melesat 1,69% Jelang Pengumuman MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,69% dan menutup di level 6.373,85 pada perdagangan Rabu (12/8/2026), setelah sehari sebelumnya mengalami koreksi tajam. Nilai transaksi mencapai Rp 17,38 triliun dengan volume perdagangan 34,46 miliar saham. Mayoritas sektor menguat, kecuali sektor properti yang mengalami kontraksi. Empat saham milik Prajogo Pangestu, yaitu BREN, BRPT, dan CUAN, menjadi pendorong utama kenaikan IHSG jelang pengumuman MSCI. Emiten lain yang mendukung kenaikan antara lain DCII, AMMN, ISAT, BRMS, DSSA, VKTR, dan BBCA.

Pasar keuangan Indonesia menghadapi dua agenda penting: rilis inflasi AS dan pengumuman MSCI August 2026 Index Review. Inflasi AS periode Juli diperkirakan turun menjadi 3,4% secara tahunan dari 3,5% pada Juni, sementara inflasi inti diproyeksikan ke 2,5%. Data inflasi ini akan memengaruhi arah dolar AS, yield US Treasury, dan kebijakan suku bunga The Fed.

MSCI tidak akan menambahkan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Indexes atau meningkatkan Foreign Inclusion Factor (FIF) karena masih membekukan perubahan indeks. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan akurasi perhitungan free float. Namun, MSCI tetap dapat mengeluarkan saham dari kategori High Shareholding Concentration. Jika reformasi yang dilakukan OJK, BEI, dan KSEI tidak menunjukkan hasil memadai hingga November, MSCI dapat memulai konsultasi mengenai kemungkinan reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait