Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Sesi Pertama Stagnan di Level 6.234

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) stagnan pada perdagangan sesi pertama Senin (3/8/2026), berada di level 6.234,29 atau turun 1,83 poin (0,03%) dari penutupan pekan lalu di 6.236,13. Nilai transaksi tercatat Rp 7,68 triliun dengan volume 23,09 miliar saham dalam 1,39 juta transaksi. Sebanyak 323 saham menguat, 294 melemah, dan 169 stagnan. Emiten pemberat utama IHSG antara lain DCII, BBCA, dan SRAJ.

Pelaku pasar mencermati sejumlah sentimen global dan domestik. Bursa Asia-Pasifik dibuka di zona merah: Nikkei 225 melemah 1,43%, Topix turun 1,45%, Kospi anjlok 4,57%, dan S&P/ASX 200 terkoreksi 0,36%. Pelemahan terjadi meski Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran dan membuka peluang deeskalasi konflik Timur Tengah. Investor masih berhati-hati menunggu perkembangan negosiasi dan kondisi geopolitik.

Dari dalam negeri, pasar menanti data inflasi Juli, PMI manufaktur, neraca perdagangan, konferensi pers KSSK, serta pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026. Investor asing mencatat net buy Rp 7,10 triliun pekan lalu, namun banyak dipengaruhi transaksi jumbo MAPI sekitar Rp 9,33 triliun di pasar negosiasi. Tanpa transaksi itu, asing masih net sell sekitar Rp 2 triliun di pasar reguler, menunjukkan tekanan jual asing mulai mereda namun belum berbalik menjadi akumulasi. Tekanan jual terkonsentrasi pada TPIA, ANTM, MKPI, AMMN, dan BMRI, sementara saham incaran asing antara lain BBCA, TINS, BRPT, MDKA, dan INCO.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait