Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Imbal Hasil Obligasi Makin Tipis, Malaysia Hadapi Tekanan dari Investor Jepang

Pasar obligasi Malaysia mengalami penurunan selisih imbal hasil (yield) dengan obligasi Jepang yang mencapai 115 basis poin pada tenor 10 tahun, jauh di bawah rata-rata 5 tahun terakhir (278 basis poin). Penurunan ini membuat obligasi Malaysia kurang menarik bagi investor Jepang, terutama jika Bank of Japan (BOJ) kembali menaikkan suku bunga. Investor Jepang memiliki surat utang Malaysia senilai 1,1 triliun yen (USD 7,1 miliar) pada akhir 2025, atau 13% dari total investasi obligasi Asia. Tekanan domestik makin parah akibat meningkatnya pasokan surat utang dan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Negara Malaysia (BNM). Yield obligasi pemerintah Malaysia tenor 10 tahun naik 54 basis poin sejak Juni, mencapai tingkat tertinggi dalam hampir satu dekade.

Berita terkait