Imbal Hasil Obligasi Makin Tipis, Malaysia Hadapi Tekanan dari Investor Jepang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar obligasi Malaysia mengalami penurunan selisih imbal hasil (yield) dengan obligasi Jepang yang mencapai 115 basis poin pada tenor 10 tahun, jauh di bawah rata-rata 5 tahun terakhir (278 basis poin). Penurunan ini membuat obligasi Malaysia kurang menarik bagi investor Jepang, terutama jika Bank of Japan (BOJ) kembali menaikkan suku bunga. Investor Jepang memiliki surat utang Malaysia senilai 1,1 triliun yen (USD 7,1 miliar) pada akhir 2025, atau 13% dari total investasi obligasi Asia. Tekanan domestik makin parah akibat meningkatnya pasokan surat utang dan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Negara Malaysia (BNM). Yield obligasi pemerintah Malaysia tenor 10 tahun naik 54 basis poin sejak Juni, mencapai tingkat tertinggi dalam hampir satu dekade.
Bagikan
Berita terkait
Ditopang Investasi AI, Obligasi Malaysia Cetak Rekor Inflow Dana Asing Rp 68,6 T
kumparan · 13 September 2026 pukul 06.28
Rupiah menguat seiring pernyataan "dovish" pejabat The Fed
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 09.36
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.763, Tekanan Dolar AS Diramal Masih Berlanjut
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 16.39
Harga Emas Global Turun, Ini Penyebabnya
kumparan · 2 September 2026 pukul 10.54