Indosat (ISAT) Rombak Transaksi Fiber Optik, Ada Cuan Rp1,64 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Indosat Tbk (ISAT) melakukan perubahan struktur transaksi terkait pembentukan platform infrastruktur serat optik independen bersama investor. Transaksi yang semula melalui perusahaan terbuka kini dilakukan melalui perusahaan tertutup, guna menyederhanakan struktur dan proses pelaksanaan. Perubahan ini tidak mengubah tujuan utama transaksi, yakni membentuk dan mengembangkan platform infrastruktur serat optik tersebut.
Dalam transaksi ini, Indosat menjual 11.707.828 saham PT Infra Fiber Teknologi (IFT), setara 84,9% dari total modal ditempatkan dan disetor, kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT). Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta juga melakukan transaksi inbreng atas 2.083.223 saham IFT (15,1%) kepada NFT dengan imbalan saham NFT. Akibatnya, investor memiliki 50,1% saham NFT, sementara Indosat dan Lintasarta secara bersama memegang 49,9% saham NFT. NFT kemudian menjadi pemegang hampir seluruh saham IFT, sehingga kepentingan Indosat dan Lintasarta di IFT dipertahankan tidak langsung melalui kepemilikan di NFT.
Dampak keuangan dari dekonsolidasi IFT memberikan keuntungan bersih sebesar Rp1,64 triliun yang diakui saat penyelesaian transaksi dan bersifat tidak berulang. Transaksi ini juga akan mempengaruhi laporan keuangan melalui pengakuan beban sewa dari mekanisme sale-and-leaseback atas aset serat optik. Kedua entitas, IFT dan NFT, telah memperoleh perizinan yang diperlukan, dan pengalihan aset jaringan kabel optik telah dilaksanakan. Indosat tidak memiliki rencana tindakan korporat dalam 12 bulan ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 14.50
Indosat Dapat Cuan Rp1,64 Triliun dari Jual IFT
Berita terkait
Transaksi FESyar Jawa Tembus Rp 91,5 Miliar, Lampaui Target
kumparan · 28 September 2026 pukul 12.00
IHSG Anjlok 3% Sepekan, Asing Malah Buru Saham Ini di Akhir Pekan
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 06.40
Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun, Uang Tunai Makin Jarang Dipakai
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 19.21
Transaksi QRIS Wisman di RI Capai Rp 6,2 T, Warga RI di Luar Negeri Rp 1,85 T
kumparan · 26 September 2026 pukul 15.45