Industri Kopi Indonesia Punya Kapasitas Besar, tapi Baru Terpakai 51%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri kopi Indonesia memiliki kapasitas pengolahan sebesar 1,81 juta ton per tahun, namun hanya sekitar 51 persen kapasitas tersebut yang terpakai. Pada 2025, produksi biji kopi mencapai 834.000 ton, menjadikan Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia. Kementerian Perindustian (Kemenperin) menargetkan utilisasi kapasitas industri pengolahan kopi meningkat hingga 86,6 persen pada 2029 untuk memaksimalkan nilai tambah yang dihasilkan di dalam negeri.
Di sisi ekspor, produk kopi olahan Indonesia telah memasuki lebih dari 80 negara. Pada 2025, Indonesia menjadi eksportir kopi premix terbesar di dunia dengan nilai ekspor US$454,7 juta dan pangsa pasar global sebesar 17,54 persen. Untuk kopi instan, Indonesia masuk lima besar eksportir dunia dengan nilai ekspor US$225 juta dan pangsa pasar 5,88 persen.
Menteri Perindustian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya penguatan industri pengolahan melalui inovasi produk, peningkatan produktivitas, dan perluasan akses pasar. Kemenperin juga mendorong penerapan standardisasi, keamanan pangan, traceability, sertifikasi internasional, sustainability, dan branding untuk memperkuat posisi produk kopi Indonesia di pasar global.
Bagikan
Berita terkait
ICX 2026, Pramono Dorong DKI Jadi Simpul Utama Industri Kopi Nasional
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 10.36
Hilirisasi Kelapa Harus Pastikan Petani Jadi Penerima Utama Nilai Tambah
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 14.57
Bukan Judol atau Kripto, Zulhas Sebut Gen Z Bisa Kaya dari Bisnis Ini
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 19.00
Pramono Anung Dorong Jakarta Jadi Pusat Industri Kopi Indonesia di ICX 2026
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 21.29