Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Hilirisasi Kelapa Harus Pastikan Petani Jadi Penerima Utama Nilai Tambah

Webinar PPASDA bertajuk "Hilirisasi Kelapa untuk Siapa?" di Jakarta menyoroti pentingnya menjadikan petani sebagai penerima utama nilai tambah industri kelapa. Prof. Rokhmin Dahuri menyatakan pembangunan kelapa harus berorientasi pada kemajuan, kesejahteraan, dan kedaulatan nasional. Ia menyatakan empat fondasi penting: peta jalan pembangunan holistik, sumber daya manusia unggul, stabilitas politik, dan kepemimpinan kompeten. Indonesia memiliki potensi besar dengan 3,32 juta hektar luas perkebunan kelapa dan produksi 2,82 juta ton pada 2024. Hilirisasi tidak boleh hanya menambah produk olahan dan ekspor, tetapi harus mencakup pengolahan modern serta kemitraan adil dengan petani.

Berita terkait