Hilirisasi Kelapa Harus Pastikan Petani Jadi Penerima Utama Nilai Tambah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Webinar PPASDA bertajuk "Hilirisasi Kelapa untuk Siapa?" di Jakarta menyoroti pentingnya menjadikan petani sebagai penerima utama nilai tambah industri kelapa. Prof. Rokhmin Dahuri menyatakan pembangunan kelapa harus berorientasi pada kemajuan, kesejahteraan, dan kedaulatan nasional. Ia menyatakan empat fondasi penting: peta jalan pembangunan holistik, sumber daya manusia unggul, stabilitas politik, dan kepemimpinan kompeten. Indonesia memiliki potensi besar dengan 3,32 juta hektar luas perkebunan kelapa dan produksi 2,82 juta ton pada 2024. Hilirisasi tidak boleh hanya menambah produk olahan dan ekspor, tetapi harus mencakup pengolahan modern serta kemitraan adil dengan petani.
Bagikan
Berita terkait
Temuan Keracunan MBG Diproses Hukum, Legislator Dorong Investigasi Tiap Kejadian
Detik.com · 6 September 2026 pukul 07.34
Singgung 'Korea-Korea' di DPR, Mahfud MD Ungkap Alasan RUU Perampasan Aset Mandek Lama
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 06.00
Karhutla Semakin Kritis, Ketua DPR Minta Pemerintah Optimalisasi Penanganan Demi Lindungi Masyarakat
VOI · 5 September 2026 pukul 19.40
Kekeringan Bikin Petani Lebak terpaksa Alih Profesi
VOI · 5 September 2026 pukul 19.30