Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Industri Manufaktur Tumbuh 5,32%, Jadi Motor Ekonomi Nasional

Industri pengolahan nonmigas (IPNM) tumbuh 5,32% secara year-on-year pada triwulan II-2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29%. Pertumbuhan ini memperkuat posisi manufaktur sebagai motor utama perekonomian Indonesia, dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 18,50% dan andil terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,90%, menjadikannya kontributor terbesar dalam struktur perekonomian nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan capaian tersebut menunjukkan dampak konkret dari kebijakan pemberian keberpihakan terhadap sektor industri. Sejumlah indikator aktivitas manufaktur juga masih berada di zona ekspansif, yakni IKBM di level 52,31, PMI Manufaktur Indonesia pada Juli 2026 sebesar 50,2, serta Indeks Kepercayaan Industri (IKI) di angka 53,10.

Beberapa subsektor strategis mencatat pertumbuhan positif, termasuk industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik sebesar 8,04%, industri makanan dan minuman sebesar 6,51%, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 4,99%. Kementerian Perindustrian berencana memperkuat industrialisasi melalui Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN) yang mencakup hilirisasi, peningkatan produktivitas, perluasan pasar, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait