Industri Manufaktur Tumbuh 5,32%, Jadi Motor Ekonomi Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311631/original/077781900_1785413344-gi5.jpg)
Industri pengolahan nonmigas (IPNM) tumbuh 5,32% secara year-on-year pada triwulan II-2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29%. Pertumbuhan ini memperkuat posisi manufaktur sebagai motor utama perekonomian Indonesia, dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 18,50% dan andil terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,90%, menjadikannya kontributor terbesar dalam struktur perekonomian nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan capaian tersebut menunjukkan dampak konkret dari kebijakan pemberian keberpihakan terhadap sektor industri. Sejumlah indikator aktivitas manufaktur juga masih berada di zona ekspansif, yakni IKBM di level 52,31, PMI Manufaktur Indonesia pada Juli 2026 sebesar 50,2, serta Indeks Kepercayaan Industri (IKI) di angka 53,10.
Beberapa subsektor strategis mencatat pertumbuhan positif, termasuk industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik sebesar 8,04%, industri makanan dan minuman sebesar 6,51%, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 4,99%. Kementerian Perindustrian berencana memperkuat industrialisasi melalui Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN) yang mencakup hilirisasi, peningkatan produktivitas, perluasan pasar, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 14.28
Menperin Fokus Industrialisasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2027
Berita terkait
Setiap Belanja Rp1 Produk Dalam Negeri, Sumbang Rp2,2 ke Ekonomi Nasional
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 12.43
Kemenperin Gelar Industrial Festival 2026, Ajak Anak Muda Jadi Pelaku Industri
kumparan · 18 September 2026 pukul 20.00
Kemenperin Genjot Edukasi Industri buat Anak Muda, Begini Caranya
Detik.com · 18 September 2026 pukul 15.45
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, Mentrans: Industrialisasi Luar Jawa Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 15.04