Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menperin Fokus Industrialisasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2027

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi industrialisasi nasional sebagai instrumen utama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkualitas, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian ekonomi. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pertumbuhan dan investasi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan tujuan akhir. Setiap investasi harus menciptakan pekerjaan dan setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan masyarakat.

Berdasarkan data BPS, industri pengolahan nonmigas (IPNM) tumbuh 5,32 persen pada triwulan II-2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Sektor ini memberikan kontribusi 18,50 persen terhadap PDB dan menyerap 13,53 persen dari total tenaga kerja nasional. Realisasi investasi 2025 mencapai Rp 1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja, sementara semester I 2026 mencapai Rp 1.010 triliun dan 1,4 juta lapangan kerja.

Kemenperin menerjemahkan arahan Presiden melalui Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN) yang menekankan hilirisasi sumber daya alam, substitusi impor, dan integrasi rantai pasok. Sejumlah proyek hilirisasi telah diluncurkan, termasuk pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, serta pengolahan alumina menjadi aluminium. Tiga indikator aktivitas manufaktur—IKBM (52,31), PMI (50,2), dan IKI (53,10)—menunjukkan sektor ini berada pada zona ekspansi. Kemenperin juga menekankan pentingnya diplomasi ekonomi untuk membuka pasar ekspor dan mengurangi ketergantungan pada impor yang tumbuh 27,15 persen secara tahunan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait