Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Inggris Hadapi Pencurian Bahan Bakar Rp 4,69 Miliar Sejak Perang Iran

Sejak perang AS-Iran mendongkrak harga bahan bakar di Inggris, pencurian bensin meningkat drastis. Analisis Forecourt Eye menunjukkan rata-rata pencurian harian mencapai £194.000 atau Rp 4,69 miliar, naik 48% dibanding lima bulan sebelum konflik. Jumlah insiden per hari meningkat dari 2.400 menjadi 2.872 di 8.359 SPBU, dengan volume bensin yang dicuri per SPBU naik 24%. Beberapa SPBU juga melaporkan peningkatan kekerasan dan intimidasi dari pelanggan.

Forecourt Eye akan bekerja sama dengan Facewatch untuk menyediakan teknologi pengenalan wajah kepada lebih dari 2.000 pengusaha retail mulai musim gugur. Pemilik SPBU, Shailesh Parekh, mengeluh kerugian besar hingga £40.000 per tahun dan kurangnya pencegahan efektif. Kepolisian mengambil langkah proaktif, namun tantangan penegakan hukum masih ada.

Harga bensin sempat turun setelah kesepakatan gencatan senjata AS-Iran pada Juni 2026, tetapi kembali naik setelah kesepakatan gagal, mencapai level tertinggi sejak 2022. Pemerintah Inggris, termasuk Kanselir John Healey, menyatakan akan mengawasi harga eceran, tetapi pengecer membantah adanya pelambungan harga. Competition and Markets Authority (CMA) menemukan tidak ada bukti signifikan pelambungan, tetapi sedang menyelidiki margin bahan bakar pada beberapa pengecer.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait