Trump Minta Exxon-Chevron Tekan Harga BBM Usai Raup Cuan Konflik Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump meminta ExxonMobil dan Chevron menurunkan harga bahan bakar setelah kedua perusahaan meraup laba besar akibat kenaikan harga minyak yang dipicu konflik Iran. Trump menilai keuntungan keduanya terlalu besar dan harus dikembalikan kepada publik serta mendorong penurunan harga eceran. Pada kuartal II 2026, Chevron mencatatkan laba bersih US$12 miliar, naik hampir 400 persen dibandingkan US$2,5 miliar setahun sebelumnya. ExxonMobil juga melaporkan laba US$14,5 miliar, lebih dari dua kali lipat dari US$7,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Harga minyak mentah AS naik sekitar 20 persen sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari, sementara harga bensin rata-rata AS mencapai US$4,10 per galon, naik hampir 40 persen dibandingkan sebelum konflik. Kedua perusahaan belum memberikan respons terhadap permintaan Trump.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 08.17
Trump Tak Suka Exxon & Chevron Untung Gede Gara-gara Harga Minyak Tinggi
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 17.45
Trump Geram Sebut Exxon hingga Chevron Terlalu Banyak Uang: Minta Harga Bensin Turun
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 07.10
Trump Tiba-Tiba Serang Chevron-ExxonMobil: Sebut Tak Suka-Beri Ancaman
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.36
Inggris Hadapi Pencurian Bahan Bakar Rp 4,69 Miliar Sejak Perang Iran
Berita terkait
Trump Dukung Larangan Ekspor Solar Imbas Harga BBM AS Cetak Rekor
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 12.13
Alasan Kesepakatan Minyak Venezuela ala Trump tidak Berikan Dampak Cepat
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 20.52
Trump Kuasai Sebagian Minyak Venezuela, Presiden Rodriguez Tegaskan Kedaulatan
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 12.37
Trump Tak Bisa Diandalkan, MBS Merapat ke Macron
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 14.09