Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Insentif EV Dipersoalkan, DPR Soroti Nasib Produsen yang Sudah Investasi di RI

Kebijakan insentif kendaraan listrik (EV) di Indonesia mendapat kritik dari anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Hatta. Ia menyoroti ketidakadilan dalam penerapan insentif yang memberikan kemudahan kepada produsen asing yang hanya mengimpor kendaraan, sementara produsen yang telah membangun fasilitas produksi di dalam negeri seperti Hyundai tidak mendapat perlakuan setara. Menurut Hatta, perusahaan yang telah menginvestasikan modal besar untuk membangun industri di Indonesia merasa dirugikan karena tidak mendapat insentif yang sebanding.

Hatta mempertanyakan logika kebijakan yang memungkinkan kendaraan impor mendapat insentif, sementara produsen lokal yang telah berkomitmen jangka panjang tidak diperlakukan sama. Ia menekankan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan besaran investasi, pembangunan fasilitas, dan kontribusi terhadap industri dalam negeri dalam penyusunan kebijakan insentif EV.

Lebih lanjut, Hatta meminta Kementerian Perindustrian merespons cepat terhadap isu ini agar tidak menciptakan ketidakpastian bagi investor. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi kebijakan untuk menjaga kepercayaan investor yang telah berinvestasi bertahun-tahun di sektor ini.

Berita terkait