Pemerintah Pacu Kebijakan Prioritas untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia mempercepat kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan nilai tambah sumber daya alam, transformasi BUMN, dan pengembangan energi surya. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% pada Semester I-2026 dengan inflasi 2,88% dan investasi mencapai Rp1.010,6 triliun (7,2% tahunan). Hingga 2026, 26 proyek hilirisasi selesai, termasuk pengolahan batu bara menjadi DME, tembaga, emas, dan waste to energy, yang diproyeksikan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja. Bank Emas mengelola 153 ton emas (Rp360 triliun), sedangkan DSI mengelola DHE USD14 miliar dari tiga komoditas strategis. Laba BUMN naik 75,3% dari Rp186 triliun (2024) menjadi Rp326 triliun (2025). Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% dengan 10 transformasi besar seperti renovasi puskesmas, pembangunan RSUD, dan pengembangan 100 GW energi surya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.41
Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Kebut Kebijakan Prioritas Presiden
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 22.12
Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Sumber Baru
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 21.53
RI siapkan mesin pertumbuhan baru menuju target ekonomi 8 persen
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 14.48
1.800 Ton Emas Warga RI Disimpan 'di Bawah Bantal', Nilainya Rp 4.460 Triliun
Berita terkait
Ekonomi RI Menunjukkan Daya Tahan di Tengah Tekanan Global dan Regional
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 14.01
Rosan: Target Investasi RI Capai Rp 2.322 Triliun pada 2027
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 15.45
Prabowo Ingin Beli Perusahaan Terbaik Dunia dari Keuntungan BUMN
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.05
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan dengan Haji Isam
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.05