Intervensi AS-Jepang Mulai Kehabisan Tenaga, Yen Kembali Lesu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262853/original/066200900_1781850563-107139155-1666426301839-gettyimages-1243511682-AFP_32K492Z.webp)
Intervensi gabungan AS-Jepang yang diumumkan 31 Juli 2026 untuk menopang yen mulai kehilangan momentum. Nilai yen sempat menguat dari di atas 163 ke 155 per dolar AS, tetapi sepekan kemudian melemah lagi ke kisaran 158,50. Ekonom PGIM Robert Sockin meragukan strategi ini mampu membalikkan tren pelemahan yen dan memperingatkan risiko bumerang jika spekulan menjual yen serta Treasury AS secara agresif. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menegaskan intervensi hanya memberi sinyal, sedangkan kebijakan yang menentukan arah mata uang.
Data Kementerian Keuangan Jepang menunjukkan otoritas melakukan intervensi pada 30 April hingga 6 Mei saat likuiditas pasar rendah akibat libur Golden Week. Operasi terbesar tercatat 6,28 triliun yen pada 30 April, melampaui rekor sebelumnya 5,92 triliun yen pada 29 April 2024. Total intervensi bulanan mencapai rekor 11,7 triliun yen. Sebelumnya, Jepang juga menjual cadangan valas senilai US$ 40 miliar. Data bank sentral mengindikasikan pengeluaran sekitar US$ 58,97 miliar pada 30 Juli dan US$ 36,58 miliar pada 31 Juli, berpotensi menjadi intervensi terbesar sepanjang sejarah. Yen sempat menyentuh level terendah 40 tahun di bawah 163 per dolar pada Juli. Pasar masih mewaspadai intervensi lanjutan, sementara investor menanti data ketenagakerjaan AS yang dapat memengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Bagikan
Berita terkait
Jepang dan AS Kompak Selamatkan Yen, Intervensi Bersama dalam 15 Tahun
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 22.00
Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.040
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.03
Rupiah Menguat ke Rp 17.792 per Dolar AS pada HUT ke-81 RI
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 10.03
Daftar Harga Emas Perhiasan 16 Agustus 2026: Cek Ragam Karat di Sini
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 13.26