Investasi Dapen di SBN Tumbuh Tinggi, Tembus Rp1.600 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2026, total investasi dana pensiun mencapai Rp1.619,54 triliun, meningkat 7,76% dari tahun sebelumnya. Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) menjadi pilihan utama, dengan nilai Rp1.056,79 triliun atau 65,25% dari total investasi. Diikuti oleh deposito sebesar Rp222,35 triliun atau 13,73%. OJK menyatakan tidak ada pergeseran signifikan dari SBN karena instrumen ini menawarkan keseimbangan antara keamanan, likuiditas, dan imbal hasil yang sesuai untuk kewajiban jangka panjang dana pensiun.
Return on Investment (RoI) dana pensiun tercatat 0,51% pada Mei 2026, sedikit turun dari 0,55% pada April 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh dinamika pasar keuangan, termasuk pergerakan harga surat berharga dan kondisi pasar modal. RoI tahun ini akan sangat bergantung pada perkembangan pasar keuangan, seperti pasar obligasi, saham, tingkat suku bunga, serta strategi pengelolaan investasi.
OJK terus mendorong dana pensiun untuk menerapkan prinsip kehati-hatian, pengelolaan aset dan liabilitas yang baik, serta diversifikasi investasi sesuai profil risiko dan ketentuan berlaku.
Bagikan
Berita terkait
Baru 30,67 Juta Peserta, Dana Pensiun di Indonesia Punya Ruang Tumbuh Besar
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 10.30
Danantara Turun Tangan Atasi Dana Pensiun BUMN yang Bermasalah
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 20.57
OJK Sebut Danantara Siap Bantu Dapen BUMN yang Bermasalah Kelola Investasi
kumparan · 25 September 2026 pukul 16.00
Return Dana Pensiun Naik, Penempatan Investasi di SRBI Tembus Rp18,52 Triliun
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 18.30